Tradisi Turun-Temurun yang Dilakukan oleh Perempuan di Berbagai Negara

  • 2 min read
  • Jan 29, 2021
Tradisi Turun-Temurun yang Dilakukan oleh Perempuan di Berbagai Negara


Menurut perempuan Miao, hiasan kepala diri nenek moyang itu dapat meningkatkan kepercayaan diri mereka dan membuatnya terlihat cantik. Dilansir Global Times, hiasan kepala tradisional ini digabungkan dengan benang wol, linen, dan sedikit rambut leluhur. Sebagian rambut nenek moyang yang tidak dibuat hiasan kepala disimpan dan digunakan untuk memperingati hari kematiannya. Para wanita itu juga menyimpan dan mengumpulkan helai demi helai rambut yang rontok saat menyisir.

2. Tradisi Chhaupadi, Nepal

Chhaupadi merupakan salah satu tradisi yang memaksa perempuan di Nepal untuk melakukan berbagai hal yang seringkali menyakitkan. Tradisi yang sudah berakar di wilayah pedesaan Nepal ini mendorong perempuan yang sedang dalam periode menstruasi atau haid, untuk hidup terisolasi dan disiksa di dalam gubuk dengan alasan keagamaan dan adat. Menurut bahasa Nepal, Chhaupadi berarti memiliki kenajisan. Tradisi ini telah berlangsung secara turun-temurun selama ratusan tahun. Wanita yang sedang menstruasi atau dalam masa nifas akan tinggal di tempat yang terpisah berbentuk gubuk yang dikenal sebagai gubuk menstruasi.

3. Tradisi Suku Tiv, Nigeria

Suku Tiv yang berada di Nigeria ini memiliki tradisi unik untuk menandakan kedewasaan seorang perempuan di wilayahnya. Untuk menandai kedewasaan, para gadis di suku ini harus menjalani ritual penyayatan perut. Ritual ini dilakukan ketika seorang gadis mendapatkan haid pertamanya. Perut para gadis tersebut disayat dengan menggunakan benda tajam yang menyebabkan beberapa torehan luka berbentuk garis memanjang. Ketika menjalani ritual tersebut, mereka tidak disertai dengan obat bius ataupun tindakan medis guna pencegahan infeksi. Gadis tersebut baru bisa disebut sebagai perempuan dewasa ketika sudah memiliki kurang lebih empat bekas sayatan di perutnya. Selain menandakan kedewasaan, sayatan-sayatan ini dipercaya dapat meningkatkan kesuburan si gadis. Konon, luka sayatan ini membantu mereka menjadi lebih menarik di mata para pria.

4. Tradisi Leblouh di Afrika Barat

Banyak pria yang menilai bahwa wanita cantik itu memiliki kulit yang putih, hidung mancung, dan berbadan langsing. Namun, berbeda dengan para pria di negara Mauritania, Afrika Barat, yang menganggap perempuan bertubuh besar justru tampak lebih cantik dan menarik. Para pria di negara ini sangat memuliakan perempuan yang memiliki tubuh gemuk. Hal itu mengacu oleh pepatah yang tertanam di sana yang menyebut, ”Kemuliaan seorang laki-laki diukur oleh kegemukan wanita,”. Berbeda di negara lain yang mengagungkan wanita bertubuh kurus, wanita yang memiliki bobot besar di negara ini dianggap indah. Tradisi ini disebut dengan nama Leblouh atau penggemukkan secara paksa. Mereka akan dipaksa makan dan menggemukkan badan demi kecantikan.

Source : nusatrip